![]() |
| Cara Menanam Bawang Merah di Rumah Praktis, Hemat |
Harga bawang merah sering naik-turun seperti mood Senin pagi kadang bikin kaget saat belanja ke pasar. Tapi, kabar baiknya, kamu bisa menanamnya sendiri di rumah tanpa harus punya lahan luas!
Menanam bawang merah di rumah bukan cuma seru, tapi juga bermanfaat. Selain hasilnya bisa kamu panen untuk kebutuhan dapur, aktivitas ini juga bisa jadi hobi yang menenangkan dan produktif. Yuk, kita bahas langkah-langkahnya dengan gaya santai tapi lengkap!
Persiapan Awal
Pilih Wadah yang Tepat
Gunakan pot, polybag, atau botol plastik bekas dengan diameter minimal 20–30 cm. Pastikan bagian bawahnya ada lubang drainase agar air tidak menggenang. Tanaman bawang merah tidak suka kelembapan berlebih, jadi sirkulasi air itu penting!
Campur Media Tanam
Media tanam yang baik adalah campuran tanah gembur, kompos, dan sekam (perbandingan 2:1:1). Aduk hingga rata supaya nutrisi tersebar merata. Media yang gembur memudahkan umbi tumbuh besar dan sehat.
Pilih Bibit Bawang Merah
Gunakan umbi yang sehat, berdiameter 1,5-2 cm, dan tidak keriput. Buang kulit kering yang mengelupas, lalu potong sedikit bagian ujungnya supaya tunas cepat tumbuh. Kalau bisa, pilih umbi yang sudah mulai menunjukkan tanda tumbuh tunas kecil artinya siap tanam!
Langkah Penanaman: Saatnya Bawangmu Mulai Hidup
- Isi pot atau polybag dengan media tanam yang sudah disiapkan.
- Siram media hingga lembap (tidak becek).
- Tanam umbi dengan bagian ujung yang dipotong menghadap ke atas dan benamkan sedalam sekitar 3 cm.
- Beri jarak minimal 10 cm antar umbi agar tidak saling berebut nutrisi.
- Tutup kembali dengan tanah, tapi jangan seluruhnya biarkan sedikit bagian atas umbi terlihat.
Selesai! Sekarang tinggal rawat dan tunggu pertumbuhan daun hijau kecil yang menandakan tanamanmu mulai aktif tumbuh.
Perawatan Harian: Rahasia Bawang Merah Tumbuh Subur
Penyiraman Rutin
Siram tanaman dua kali sehari, pagi dan sore. Pastikan media tetap lembap, tapi tidak tergenang air. Jika musim hujan, cukup sekali sehari atau hanya saat tanah mulai kering.
Pencahayaan
Letakkan tanaman di tempat yang mendapat sinar matahari langsung minimal 6 jam per hari. Cahaya matahari sangat penting untuk pembentukan umbi.
Pemupukan
Gunakan pupuk organik cair atau NPK 16-16-16 setiap dua minggu sekali. Berikan pupuk saat tanaman berusia 2–3 minggu agar pertumbuhannya lebih cepat dan umbi terbentuk sempurna.
Pengendalian Hama dan Gulma
Cabut gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak merebut nutrisi. Jika ada hama seperti ulat atau kutu daun, semprotkan larutan pestisida alami dari campuran bawang putih dan sabun cair.
Gunakan Trichoderma (Opsional)
Kamu bisa menambahkan jamur Trichoderma ke media tanam untuk mencegah penyakit akar dan jamur patogen. Trichoderma bisa dibeli di toko pertanian dan sangat membantu menjaga kesehatan tanah.
Bawang merah bisa dipanen setelah 60-70 hari setelah tanam. Tanda-tandanya:
- Daun mulai menguning dan rebah ke tanah.
- Umbi terlihat besar, padat, dan sedikit muncul di permukaan tanah.
Untuk memanen, cabut perlahan batang bawang dari tanah, lalu jemur di tempat teduh selama 3-5 hari agar kering sempurna sebelum disimpan. Kalau kamu ingin menanam lagi, sisihkan beberapa umbi terbaik sebagai bibit untuk siklus berikutnya.

